Sri Mulyani- Dubes Jepang Bahas Mobil Listrik, Hasilnya?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berjumpa dengan Duta Besar Jepang buat Indonesia, Kanasugi Kenji di kantor Departemen Keuangan, Jakarta. Dalam pertemuan ini, Sri Mulyani menawarkan kerja sama pengembangan mobil listrik di Indonesia.” Aku mengajak pemerintah Jepang buat berpartisipasi,

” kata Sri Mulyani dalam akun instagramnya@smindrawati pada Kamis, 4 Maret 2021. Terdapat bermacam energi tarik yang ditawarkan Sri Mulyani. Awal, pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, yang lagi berjalan.” Pastinya diharapkan hendak tingkatkan mutu supply chain industri otomotif,” kata ia mobil listrik .

Tidak hanya kendaraan listrik, Sri Mulyani pula menyebut sebagian manufaktur lain yang mempunyai peluang buat melaksanakan bisnis di Indonesia. Mulai dari pembelajaran, kesehatan, sampai zona ekonomi spesial berorientasi ekspor. Sri Mulyani juga berharap ikatan Indonesia- Jepang yang telah lama terjalin baik bisa terus berlangsung.

Tidak cuma perdagangan internasional, namun pula membuka bermacam kesempatan investasi lain di Indonesia. Sedangkan itu salah satu perkara utama dalam pengembangan kendaraan listrik di Asia Tenggara merupakan biayanya yang masih relatif mahal, bila dibanding dengan mobil konvensional berbahan bakar minyak.

Alasannya, komponen utama mobil listrik, ialah baterai, mempunyai harga jual yang mahal sebab belum dibuat secara massal. Ada pula, harga baterai mempengaruhi 40 persen dari harga mobil listrik. Ini juga berakibat pada keputusan konsumen. Vivek Vaidya, Senior Vice President Intelligent Mobility Frost& Sullivan Asia Pacific, berkata mobil listrik hendak jadi opsi menarik untuk konsumen, apabila harga jualnya tidak terlampau jauh dari harga mobil berbahan bakar bensin.

Baca Juga : Resep Ayam Giling – Mudah & Cepat Untuk Mempersiapkan!

Secara terpisah, Pimpinan Universal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia( Gaikindo) Yohannes Nangoi pula mengatakan perihal senada. Ia berkata tingginya harga jual mobil listrik dikala ini jadi hambatan tertentu dalam perkembangannya. Nangoi mengatakan kalau mobil yang sangat laku di Tanah Air dikala ini merupakan yang terletak di rentang harga Rp200 juta hingga dengan Rp250 juta.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *