Para petani atau tukang kebun yang ingin menggunakan hidroponik sebagai sistem produksi tanaman, ternyata harus memutuskan media mana yang harus mereka manfaatkan. Dalam hidroponik berbagai media cocok untuk berbagai proses tumbuh, oleh karena itu penentuan teknik harus dilakukan terlebih dahulu untuk dapat menentukan media apa yang akan digunakan.

Diahydro merupakan salah satu media yang digunakan dalam hidroponik. Ini adalah media batuan sedimen yang terdiri dari sisa-sisa fosil diatom. Silika merupakan komponen vital untuk pertumbuhan tanaman dan intensifikasi dinding sel dapat ditemukan di Diahydro. Terbukti bahwa Diahydro mengandung Silika yang sangat tinggi.

Pelet tanah liat yang diperluas (Ex-clay) cocok untuk hidroponik di mana semua nutrisi dikontrol dengan hati-hati dalam larutan air. Ia juga dikenal dengan nama merek ‘Hydroton’ atau ‘Hydrokorrels’. Pelet tanah liat memiliki pH netral dan tidak memiliki nilai nutrisi apa pun.

Wol batu atau wol mineral kemungkinan besar merupakan media yang paling banyak digunakan dalam hidroponik. Beberapa keunggulannya adalah wol batu bebas patogen, ringan, dan tersedia dalam berbagai ukuran dan orientasi serat. Wol batu dengan kepadatan tinggi juga menambah sumbu dan distribusi kelembapan dan nutrisi, mengundang akar ke lebih banyak area media, dan akibatnya meningkatkan lokasi berbahan bakar nutrisi untuk produksi tanaman terbaik. Media hidroponik ini dapat didaur ulang menjadi batu bata atau menjadi wol batuan baru kembali, setelah digunakan. Atau bisa juga dimasukkan ke dalam tanah sesudahnya. Ini karena terbuat dari batuan alam dan menyimpan sejumlah besar pupuk yang tersisa di dalamnya.

Bahan sisa setelah serat dikeluarkan dari kulit terluar kelapa dapat digunakan sebagai media hidroponik. Ini disebut Coco Peat, juga dikenal sebagai coir atau coco. Coir adalah media berbunga seratus persen dan tumbuh alami. Sabut kelapa tersedia dalam berbagai bentuk, yang paling banyak adalah coco peat yang memiliki kenampakan dan tekstur tanah tetapi tidak mengandung mineral.

Batuan yang telah dipanaskan berlebih dan diperluas menjadi kerikil kaca yang sangat ringan juga digunakan dalam hidroponik. Itu dikenal sebagai Perlite. Ini digunakan baik di selongsong plastik yang dibenamkan di air atau longgar. Vermikulit adalah mineral lain yang digunakan sebagai media hidroponik. Seperti Perlite, ia telah dipanaskan secara berlebihan hingga berubah menjadi kerikil ringan. Vermikulit menahan lebih banyak air daripada perlit dan memiliki sifat “wicking” alami yang dapat mengekstraksi air dan nutrisi dalam hidroponik pasif.

Pasir merupakan salah satu media hidroponik yang bisa dikatakan paling murah dan mudah didapat. Tapi itu tidak menahan air dengan baik itu berbobot dan di antara penggunaan itu harus disterilkan.

Kerikil juga bisa digunakan dalam hidroponik. Jenis yang sama yang digunakan di akuarium dapat digunakan dengan syarat dicuci terlebih dahulu. Kerikil berbiaya rendah dan tidak menuntut dalam hal menjaganya tetap bersih dan tidak akan tergenang air karena memiliki drainase yang baik. Kekurangannya adalah berat dan akar tanaman bisa mengering jika sistem tidak menyediakan pasokan air yang tiada henti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *